Kehampaan Lembaga Mahasiswa

Kenapa organisasi mahasiswa sekarang ini sepi peminat?
Pertanyaan pertama adalah apakah faktor pandemi covid-19?
Ataukah yang kedua, program MBKM dari pemerintah yang membuat idealisme dalam hal ini api perjuangan mahasiswa menjadi hancur dan luntur?

Apakah realitanya demikian?
TIDAK.

Pandemi dan MBKM hanya menjadi pucuk fenomena gunung es yang membuat organisasi mahasiswa tak lagi sexi.
Banyak hal dan faktor yang mempengaruhi hal tersebut, seperti: kaderisasi, senioritas, birokrasi yang rumit, serta kegiatan-kegiatan yang mendegradasi image dan menguras isi dompet (bazaar dan lain-lain yang tidak efektif). Sangat sulit untuk mengevaluasi, berinovasi, dan disiplin, maka menyalahkan orang lain dan lepas tangan menjadi solusi untuk menghilangkan kesalahan.
Ke depannya organisasi tidak boleh lagi memusuhi MBKM karena MBKM adalah kemajuan, artinya memusuhi kemajuan adalah sebuah kemunduran. Organisasi harus mampu menjadi komplomenter dari MBKM untuk bekerja sama demi menghasilkan kualitas mahasiswa yang bermutu di dunia kerja, maupun pemimpin di masa mendatang. 

Tulisan di atas saya rangkum pada tahun 2023 dari akun dengan user name @afirido pada sebuah platform media sosial, yaitu Tiktok.

Dari apa yang disampaikan sama beliau, lalu timbul pertanyaan dalam diri saya, yaitu apakah kita sedang menuntut kesadaran tanpa membangun sistem? atau sistem yang kita punya sudah memadai dalam artian efektif, tapi kesadaran dari mahasiswa sekarang yang tidak ada?. Lalu lanjut ke pertanyaan berikutnya, organisasinya yang jelek dan bermasalah atau sebaliknya?. Dari dua pertanyaan ini yang saya pikir sama persis, muncul 1 pertanyaan lagi yang mungkin bisa menyimpulkan keduanya: Siapa yang mesti beradaptasi?


Komentar